|
Persalinan Dengan Water Birthing |
Water birthing adalah sebuah cara persalinan di dalam air yang hangat. Ibu yang hendak melahirkan dimasukkan ke dalam sebuah kolam bersalin khusus yang berisi air hangat dan besarnya kira-kira berdiameter 2 meter. Di dalam kolam itulah terjadi proses persalinan yang dibantu oleh para medis yang berada di sekitar ibu tersebut. Para medis tersebut mendampingi sang ibu selama proses melahirkan dari tepi kolam. Bahkan dalam beberapa peristiwa, sang suami ikut masuk ke dalam kolam dan mendampingi sang istri ketika melahirkan. Bila Anda ingin melakukan persalinan water birthing, konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter Anda agar keselamatan ibu dan bayi dapat terpenuhi. Dibawah ini ada beberapa informasi mengenai persalinan dengan water birthing. Kelebihan:
- Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi dalam rahim.
- Mengurangi rasa mual, muntah dan pusing.
- Menciptakan jiwa yang seimbang sehingga pertumbuhan jiwa bayi menjadi lebih sehat.
- Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit sampai sekitar 80%.
- Meningkatkan produksi ASI.
- Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.
- Mencegah kelelahan yang berlebih saat proses persalinan.
- Menurunkan resiko vagina robek atau pengguntingan disekitar vagina untuk mempermudah persalinan.
- Karena terendam dalam air, otot otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan akan berjalan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.
- Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.
Persyaratan
- Lebih baik selalu didampingi suami, karena peran suami sangat penting dalam memberikan dukungan bagi ibu dan janin.
- Latihan dilakukan rutin dari awal kehamilan.
- Memiliki kemauan yang kuat dan rajin berlatih dirumah.
- Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada keseriusan ibu dalam mempersiapkan kelahiran.
- Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang memiliki panggul kecil , sehingga harus melahirkan dengan caesar.
- Bila bayi beresiko sungsang lebih baik hindari melakukan waterbirth, karena harus dioperasi saecar.
- Bila sang ibu memiliki penyakit herpes, bisa beresiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lendir dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan di air.
- Tidak dapat dilakukan jika air ketuban pecah terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan air akan terminum oleh bayi dan tersangkut diparu parunya.
Copyright 2007. All Rights Reserved. |