|
Manfaat Perawatan Alat Reproduksi Eksternal
a. Alat reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang
sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Pengetahuan dan perawatan yang
baik merupakan faktor penentu dalam memelihara kesehatan reproduksi.
b. Menurut Siswono (2001), perawatan vagina memiliki beberapa
manfaat, antara lain :
1) Menjaga vagina dan daerah sekitarnya tetap bersih dan nyaman
2) Mencegah munculnya keputihan, bau tak sedap dan gatal-gatal
3) Menjaga agar Ph vagina tetap normal (3,5 – 4,5)
c. Tujuan Perawatan Alat Reproduksi Eksternal
Perawatan alat reproduksi mempunyai tujuan, antara lain :
1) Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina.
2) Membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada di sekitar vulva
di luar vagina.
3) Mempertahankan Ph derajat keasaman vagina normal, yaitu 3,5 sampai
4,5.
4) Mencegah rangsangan tumbuhnya jamur, bakteri, protozoa.
5) Mencegah munculnya keputihan dan virus (Siswono, 2001).
Ada dua jenis keputihan, yaitu :
1) Fisiologi, dengan ciri ; tidak gatal, tidak bau, lendir
berwarna bening, terjadi hanya pada masa subur, terjadi menjelang haid,
karena stres, kelelahan, celana dalam terlalu ketat.
2) Patologis, dengan ciri ; keluar lendir berlebihan disertai
infeksi, gatal dan pedih, vagina kemerahan, lendir berubah warnanya.
Efek Perawatan Yang Salah Pada Alat Reproduksi Eksternal
Syarif (2007) mengatakan bahwa efek samping dari kesalahan dalam
merawat alat reproduksi eksternal, yaitu :
a. Jika ada pembersih / sabun berbahan daun sirih digunakan
dalam waktu lama, akan menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu.
b. Produk pembersih wanita yang mengandung bahan povidone
iodine mempunyai efek samping dermatitis kontak sampai reaksi
alergi yang berat.
Cara Perawatan Alat Reproduksi Eksternal.
Cara merawat organ reproduksi yaitu :
1) Menjaga kebersihan. Usahakan agar vagina kering dan tidak
lembab, karena keadaan basah mudah berjangkitnya infeksi dari luar.
2) Cara menyeka yang benar adalah dari arah depan kebelakang agar
bibit penyakit yang kemungkinan besar bersarang di anus tidak terbawa
ke vagina yang dapat menimbulkan infeksi, peradangan dan rangsangan
gatal.
3) Memakai pakaian dalam dari bahan katun agar getah dan keringat
lebih mudah terserap.
4) Mencukur bulu yang tumbuh pada vagina secara teratur, karena
bulu di sekitar vagina dapat ditumbuhi jamur atau kutu yang menimbulkan
rasa tidak nyaman dan gatal.
5) Larangan menggunakan alat pembersih kimiawi tertentu karena
dapat merusak keasaman vagina yang berfungsi menumbuhkan bakteri atau
kuman yang masuk. Dan juga tidak diperbolehkan menggunakan deodorant
atau spray. Rangsangan dari bahan tersebut menimbulkan
peradangan dari vagina dengan keluhan gatal dan keputihan.
6) Pada saat haid, mandi dan buang air kecil harus mengganti
pembalut secara teratur 2 – 3 kali. Mengganti pakaian dalam sehari dua
kali saat mandi.
7) Jika vagina terdapat luka, bilas dengan air aquades karena
lebih steril dan tidak mencemari luka radang. Keringkan dengan tisu
kering yang terjamin kebersihannya setelah buang air.
8) Menghindari penggunaan pakaian dalam yang ketat.
9) Secara teratur membasuh bagian diantara vulva (bibir
vagina) dengan hati-hati menggunakan air bersih dan sabun lembut (mild)
setiap selesai buang air kecil, buang air besar dan ketika mandi.
Copyright 2007. All Rights Reserved. |