|
Bahaya Penyakit Rabies
penyakit yang satu ini akhir2 ini banyak terjadi di tepatku kerja di NTT, hampir setiap hari kami kedatangan pasien dengan keluhan digigit anjing...bahkan sudah banyak yang meninggal karena tidak adanya vaksin anti rabies (VAR). Bahkan sampai tulisan ini saya postingkan kami belum memiliki vaksin tersebut di RS, jadi setiap ada pasien yang datang dengan keluhan digigit anjing, kami sarankan untuk membeli di apotik, padahal 1 VAR harganya 150 ribu!! harga yang cukup mahal buat masyarakat NTT yang sebagian besar masih kurang mampu...baiklah, apakah rabies itu?? kenapa penyakit ini sangat berbahaya??
Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi akut pada susunan
saraf pusat disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui
gigitan hewan penular rabies terutama anjing,kucing dan kera.
Sampai kini 5 propinsi diIndonesai yang bebas historis rabies,yaitu
Kalimantan Barat,Bali,Nusa Tenggara Barat,Maluku dan Irian Jaya,Sejak
tahun 1994 propinsi yang tadinya endemis pada hewan yaitu di Jawa
Timur,Jawa tengah dan,D.I Yogjakarta sampai saat ini ada 18 propinsi
yang belum bebas kasus rabies.Pada tahun 1998 terjadi autbreak di
Ka.Flores Timur,Prop.NTT.
Jumlah rata-rata per tahun kasus gigitan pada manusia oleh hewan
penular rabies tiga tahun terakhir (1995-1997) 15.000 kasus,diantaranya
8.550 (57%) divaksinasiakn anti rabies (VAR) dan 662 (1,5%) diberikan
kombinasi VAR dan SAR (serum anti rabies).Selama tiga tahun
(1995-1997).Ditemukan rata-rata per tahun 59 kasus rabies pada manusia
sedangkan 22,44 spesimen dari hewan yang diperiksa,1327 (59%)
menunjukan positif rabies.
Mengingatkan akan bahaya rabies terhadap kesehatan da ketentraman
masyarakat karena dampak buruknya yang selalu diakhiri dengan
kematian,maka usuha pengendalian penyakitberupa pencegahan dan
pemberantasan perlu dilaksanakan seinsitif mungkin,bahkan menuju pada
program pembebasan.
Program pembebasan rabies merupakan kesepakatan Nasional dan meruzpakan
kerja sama kegiatan 3 (tiga) Departemen Pertaniaan (Ditjen
Pertenakan),Departemen Dalam Negeri (Didjen PUOD) dan Departemen
Kesehatan (Ditjen PPM & PLP),sejak awal Pelita V tahun 1998 hinggga
diperpanjang sampai dengan tahun 2005.
Patogenesis
Setelah virus rabies masu melalui luka gigitan,maka selama 2 minggu
virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatkanya,kemudian
bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan
perubahan-perubahan fungsinya.Masa inkubasi bervariasi yaitu berkisar
antara 2 minggu sampai 2 tahun,tetapi pada umumnya 3 – 8 mingggu
berhubungan dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelum
mencapai otak.
Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri dan penyebar luar
dalam semua bagian neuron,terutamam mempunyai predileksi khusus
terhadap sel-sel sistem limbik,hipotalamus dan batang otak.
Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral,virus kemudian
arah perifer dalam serabut saraf eferen dan pada saraf volunter maupun
saraf otonom. Dengan demikian virus ini menyerang hampir tiap organ dan
jaringan di dalam tubuh,dan berkembang baik dalam jaringan-jaringan,
seperti kelenjar ludah,ginjal,dan sebagainya.
GEJALA KLINIS
1. Stadium Prodromal
Gejala–gejala awal berupa demam,malaise,mual,dan rasa nyeri di tenggorokan selama beberapa hari.
2. Stadium Sensoris
Penderita merasa nyeri,rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas
luka.Kemudian disusul dengan gejala cemas dan reaksi yang berlebihan
terhadap rangsangan sensorik.
3. Stadium Eksitasi
Tonus otot-otot-dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala
hiperdrosis,hipersalivasi,hiperlakrimasi dan pupil dilatasi.
Bersamaan dengan stadium eksitasi ini penyakit mencapai puncaknya,yang
sangat kash pada stadium ini ialah adanya macam-macam fobi,yang sangat
terkenal diantaranya adalah hidrofobi.
Kontraksi otot-otot faring dan otot-otot
pernafasan dapat pula ditimbulkan oleh rangsangan sensorik seperti
meniupkan udara ke muka penderita atau dengan menjatuhkan sinar ke mata
atau dengan menepuk tangagn didekat telingga penderita.
Pada stadium ini dapat terjadi a pnoe.sianosis,konvulsa dan
tahikardi.tindak tanduk penderita tidak rasional kadang-kadang maniakal
desertai saat responsive.gejala-gejala eksitasi ini dapat terus
berlangsugn sampai penderita meninggal,tetapi pada saat dekat kematian
justru lebih sering terjadi otot-otot melemas,hingga terjadi peresis
flaksid ototo-otot.
4.Stadium Paralis
Sebagaimana besar penderita rabies meningal dalam stadium
eksitasi.Kadang-kadang ditemukan juga kasus tanpa gejala-gejala
eksitasi melainkan paresis otot-otot bersifat progresif.Hal ini karena
gangguan sum-sum tulang belakang,yang memperlihatkan gejala paresis
otot-otot pernafasan.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Penyakit ini sering berjalan dengan cepat dan dalam 10 hari dapat
menyebabkan kematian sejak timbulnya gejala,sehingga pemeriksaan
serologis kadang-kadang belum sempat dilakukan.walaupaun secara kilinis
cukup jelas.Pada kasus dengan perjalanan yang agak lama,misalnya gejala
paralisis yang dzominan mengaburkan diagnosis maka pemerikasaan
diagnosis sangat memmbantu dalam menegakan diagnosis.
Virus rabies dapat disolasi dari air liur, cairan serebrospinal dan
urin penderita.Walaupun begitu,isolasi virus kadang-kadagn tidak
berhasil didapatkan dari jaringan otak dan bahan tersebut setelah 1-4
hari sakit.Hal ini berhubungan dengan adanya neutralizing antibodies.
Pemerikasaan Flurescent Antibodies Test (FAT) daapat menunjukan antigen
vieus dijaringan otak,sediment cairan sediment cairan
serebrospinal,urin,kulit dan hapusan kornea,bahkan setelah teknik
isolasi tidak berhasil FATF ini juga bisa negatife,bila antibody telah
terbentuk.
Serum neutralizing antibody pada kasus yang tidak yang tidak
divaksinasi tidak akan terbentuk sapai hari ke 10 pengobatan,tetapi
setelah itu titer akan meningkat dengan cepat.Peningkatan titer yang
cepat juaga nampak pada hari ke 6-10 setelah onset klinis pada
penderita yang diobati dengan anti rabies.Karakteristik responimun ini,
pada kasus yang divaksinasi dapat membantu diagnosis.
Walaupun secara klinis gejalanya patognomonik, namun Negri bodies
dengan pemeriksaan mikroskpis (Seler) dapat negatif pada 10% -20%
kasus,terutama pada kasusu-kasus yang semapt divaksinasi dan penderita
yang dapt bertahun hidup setelah lebih dari 2 minggu.
PENANGANAN LUKA GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES
Setiap tahun gigitan hewan penular rabies harus ditangani dengan cepat
dan sesegera mungkin untuk ditangani dengan cepat dan segera
mungkin.Untuk mengurangi / mematikan virus rabies yang masuk pada luka
gigitan.usaha yang paling efektif ialah mencuci luak gigitan dengan air
(sebaiknya air mengalir) dan sabun atau diteregent selama 10 – 15
menit,kemudian diberi antiseptic (alkohol 70 %,betadine,obat merah dan
lain-lain.
Meskipun pencucian luka menurut keterangan pendertia sudah dilakukan
namun dipuskesmas Pembantu / Puskesmas / Rumah Sakit harus dilakuakn
kembali pencucian luka seperti diatas.
Luka gigitan tidak dibenarkan untuk djahit,kecuali
jahitan situasi.Bila memang perlu sekali untuk dijahit (jahitan
–jahitan situasi ),maka diberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan
dosis,yang disuntikan secara infiltrasi disekitar luka sebanyak mungkin
dan sisanya harus disuntikan secara infra muskuler.Dismaping itu harus
dipertimbangkan pula perlu tidaknya pemberian serum/vaksin anti
tetanus, antibiotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik.
PEMBERIAN VAKSIN DAN SERUM ANTI RABIES
Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Vaksin Anti Rabies (VAR)
disertai Serum Anti Rabies (SAR) harus didasarkan atas tindakan tajam
dengan mempertimbangkan hasil-hasil penemuan dibawah ini:
a. Anamnesis:
* Kontak / jilatan / gigitan * Kejadian didaerah tertular / terancam /
bebas * Didahului tindakan provokatif / tidak * Hewan yang menggigit
menunjukan gejala rabies * Hewan yang menggigit
hilang,lari dan tidak dapat ditangkap atau dibunuh * Hewan yang digigit
mait tapi masih diragukan menderita rabies * Penderita luka gigitan
pernah di VAR dan kapan? * Hewan yang menggigit pernah di VAR dan kapan?
b. Pemeriksaan Fisik
- idenfikasid luka gigitan (status lokalis)
c. Lain-lain
- Temuan pada observasi hewan
- Hasil pemeriksaan spesimen dari hewan
- Petunjuk WHO.
Bila ada indikasi pengobatan Pasteur,maka terhadap luka resiko rendah
dari VAR saja.Yang termasuk luka yang tidak berbahaya jilatan pada
kulit luka,garukan atau lecet (erosi,ekskoriasi),luka kecil disekitar
tangan,badan dan kaki.
Terhadap luka risiko tinggi,selain VAR juga diberi SAR.Yang termasuk
luka berbahaya adalah jilatan / luka pada murkosa,luka diatas daerah
bahu (muka,kepala,leher),luka pada jari tangan/kaki,genetalia,luka yang
lebar /dalam dan luak yang banyak (multipel)
Untuk kontak (dengan air liur atau saliva hewan tersangka / hewan
rabies atau penderita rabies), tetapi tak ada luak, kontak tak
langsung,tidak ada kontak, maka tidak perlu diberikan pengobatan VAR
maupun SAR.
Sedangkan apabila kontak air liur pada kulit luka yang tidak
berbahaya,maka diberikan VAR atau diberikan kombinasi VAR & SAR
apabila kontak denga air liur pada luka berbahaya.
Dosis dan cairan pemberian Vaksin dan Serum Anti Rabies adalah sebagai berikut :
I. Dosis dan cara Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR)
1. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV)
K kemasan:
V vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vila dan pealrut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.
a. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Exposure Treatment)
- – Cara pemberian:
D – disuntikan secara intra muskuler (im) di daeah deltoideus ( anak-anak didaerah paha).
- – Dosis
VAKSINASI
Dasar
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
ANAK
DEWASA
0,5 ml
0, 5 ml
4x pemberian
-Hari ke-0,2X pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan)
-Hari ke 7 dan 21
Ulangan
-
-
-
1. Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR sesudah digigit (post Exposure Treatment)
- Cara pemberian:sama seperti pada butir 1,a
- Dosis
VAKSINASI
Dasar
DOSIS
WAKTU PMBERIAN
ANAK
DEWASA
0,5 ml
0, 5 ml
0,5 ml
4x pemberian
-Hari ke-0,2X pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan)
-Hari ke 7 dan 21
Ulangan
0,5 ml
0,5 ml
-Hari ke 90
1. Suckling Mice Braiin Vaccine (SMBV)
Kemasan:
- Dos Berisi 7 vial dosis dan 7 ampul pelarut 2 ml
- Dos berisi 5 ampul 1 dosis intra cutan dan 5 ampul pelarut 0,4 ml.
a. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Eksposure Treatment)
- Cara pemberian
Untuk vaksinasi dasar disuntikan secara sub cutan (sc) di sekitar daerah pusar.
Sedangkan untuk vaksinasi ulang disuntikan secara intra cutan (ic) di
bagian fleksorr lengan bawah.
- Dosis:
VAKSINASI
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
KET
ANAK
DEWASA
Dasar
1 ml
2 ml
7x pemberian setap hari
Anak 3 tahun ke bawah
Ulangan
0,1 ml
0,25 ml
Hari ke 11,15,30 dan 90
1. Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit (post
Exspsur treatment) * Cara pemberian : sama seperti pada butir 2.a *
Dosis
VAKSINASI
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
KET
ANAK
DEWASA
Dasar
1 ml
2 ml
7x pemberian setap hari
Anak 3 tahun ke bawah
Ulangan
0,1 ml
0,25 ml
Hari ke 11,25,35 dan 90
Dosis dan Cara Pemberian Serum Anti Rabies (SAR)
Serum Heterolog (kuda)
- Kemasan : vial 20 ml (1 ml = 100 IU)
- Cara pemberian :
Disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin ,sisanya diduntkan intramuskuler.
- Dosis:
JENIS SERUM
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
KETERANGAN
Serum Heterolog
40 IU/kg BB
Bersamaan dengan pemberian VAR hari ke-0
Sebelumnya dilakukan skin test
1. Serum Homolog
Kemasan : Vial 2 ml (1 ml = 150 IU)
* Cara pemberian :
Disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin,sisanya disuntikan intra muskuler.
* Dosis :
JENIS SERUM
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
KETERANGAN
Serum Homolog
20 IU/kg BB
Bersamaan dengan pemberian VAR hari ke-0
Sebelumnya tidak dilakukan skin test
III.Dosis dan Cara Pemberian VAR Untuk pengebalan Sebelum Digigit (Pre Exposure Immunization)
I. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV)
Kemasan :
Vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pealrut sebanyak 0,5r ml dalam syringe
- Cara pemberian (cara I) :
Disuntikan secara intra muskuler (im) di daerah deltoideus
- Dosis:
VAKSINASI
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
Dasar
I.0,5 ml
Pemberian I (hari ke-0)
II.0,5 ml
Hari ke 28
Ulangan
0,5 ml
1 tahun setelah pemberian 1
Ulangan
Selanjutnya
0,5 ml
Tiap 3 tahun
- Cara pemberian (cara II) :
- Disuntikan secara intra cutan (dibagian fleksor lengan bawah)
- Dosis :
VAKSINASI
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
Dasar
I. 0,1 ml
Pemberian I (hari ke-0)
II. 0,1 ml
Hari ke 7
III. 0,1 ml
Hari ke 28
Ulangan
0,1 ml
Tiap 6 bualn -1 tahun
2.Suckling Mice Brain Vaccine SMBV
Kemasan:
Dus berisi 7 via 1 dosis dan 7 tumpul peluru 2 ml
Dus berisi 5 sampul 1 dosis intracutan 5 ampul pealrut 0,4 ml.
cara pemberian :
Disuntikan secara intracutan (ic) dibagian fleksor lengan bawah.
- Dosis :
VAKSIANASI
DOSIS
WAKTU PEMBERIAN
ANAK
DEWASA
DASAR
Ulangan
I. 0,1 ml
I. 0,25 ml
Pemberian I
II. 0.1 ml
II. 0,25 ml
3 minggu setelah pemberian I
III. 0,1 ml
III. 0,25 ml
6 minggu setelah pemberian I
0,1 ml
0,25 ml
Tiap 1 tahun
PERAWATAN RABIES PADA MANUSIA
- Penderita dirujuk ke Rumah Sakit
- Sebelumnya dirujuk,penderita diinfus dengan cairan Ringer Laktat /
NACI 0,9 %/ Cairan lainya, kalau perlu diberi anti konvulsan dan
sebaiknya penderita difiksasi selama diperjalanan dan waspada terhadap
tindak-tanduk penderita yang tidak rasional,kadang-kadang maniakal
sisertai saat-saat responsif.
- Di Rumah Sakit penderita dirawat diruang perawatan dan diisolasi.
- Tindakan medik dan pemberian obat-obatan simptomatis dan supportif termasuk anti biotik bila diperlukan.
- Untuk menghindari adanya kemungkinan penularan dari penderita,maka
sewaktu menanggani kasus rabies pada manusia,hendaknya dokter dan
paramedics memakaki sarung tangan, kaca mata dan masker,serta sebaiknya
dilakuakn fiksasi penderita pada tempat tidurnya.
EFEK SAMPING PEMBRIAN SAR DAN PENANGANANYA
Reaksi terhadap SAR heterrolog dapat terjadi,walaupun serum heterolog
yangn digunakan hendaklah dilakukan pengujian terlebih dahulu (skin
test).Jika digunakan serum heterolog dapat terjadi serum sicknescs (1
5- 25% kasus),kemungkinan terjadi pula syok anafilaktik.
1. Serum Sikness:
1.1. Gejala dan tanda klinis : panas,urtica.
1.2. Penanganan :
- Hentikan pemberian SAR.
- Beri pengobatan simptomatis (antihistamine,dll).
2. Syok Anafilaktik.
Penanganan :
- Baringkan penderita dengan kaki lebih tinggi dari kepala
- Beri adrenalin 0,3 – 0,5 ml sc/im.Anak-anak 0,01 mg/Kg BB (1 ampul adrenalin = 1 ml = mg).
- Monitoring ― vital sign ―(tanda-tanda vital)
- Tiap 5-10 menit ulangi adrenaline (0,3-0,5 ml sampai tekanan sistolik
mencapai 90-100 mm sampai tekanan sistolik mencapai 90 – 100 mm
Hg,denyut jantung tidak melebihi 120 x / menit.
- Bila nafas berhenti,usahakan pernafasan butan.kepala ditarik kebelakang dan rahang keatas,beri pernafasan dari mulut ke mulut.
- Bila jantung berhenti lakukan kompresi jantung luar.
- kortikostreroid,seperti oradexxon 1 ampul i.v. at dexamethasone 5 – 10mg i.v.
- Intra venous Fluid Drip(IVFD) : Ringer laktat atau NaCI 0,9%
- 02 (jika ada).
- Penderita yang sembuh jangan terlalu cepat dipulangkan,observasi dengan seksama.
PURIFIED VERO RABIES VACCINE (PVTV)
Komposisi :
Vaksin kering beku,1 dosis imunisasi dengan daya proteksi lebih besar
dengan 2,5 ml internasional Unit, sebelumnya dan sesudah pemanasan
selama 1 bulan pada suhu + 370 C.Virus rabies (Wister Rabies PM/WI 38 –
1503 – 3 M strain),diperoleh dari biakan pada vero continuous
cellines,diinaktivasi dengan beta propiolakton.
Maltosa qs 1 dosisi imunisasi.
Albumin plasenta manusia qs 1 dosis imunisasi Pelarut : NaCI 4% 0,5 ml.
Indikasi
1. Pencegahan rabies kepada mereka yang mempunyai resiko besar untuk infeksi.
a. Group Profesi :
- Dokter Hewan
- Teknisi yang bekerja pada hewan
- Karyawan laboratorium yang bekerja dengan virus rabies
- Karyawan rumah potong hewan
- Petugas kesehatan (dokter/perawat) yang menangani kasus luka gigitan hewan penular rabies/penderita rabies.dll.
b. Bayi,terutama yang berisiko terinfeksi rabies
2. Pengobatan setelah terkontabinasi
Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies
secara komplit dengan VPRV dan dalam jangka waktu 3 bulan setelah
divaksinasi digigitb lagi oleh anjing,kera,kucing maupun hewan lain
yang positif rabies,maka pasien tadi tak perlu divaksinasi
lagi;sedangkan digigitan anjing tersangka rabies lagi antara 3 bulan -1
tahun cukup diberi VAR 1 kali pada hari ke – 0 1 tahun atau lebih
dianggap penderita baru.
Kontra Indikasi
Mengingat pentingnya pencegahan,semua kontra indikasi adalah sekunder
bila terdapat kasus tersangka/kontabiminasi dengan virus rabies.
Perhatian :
Hati-hati terhadap kasus alergi streptomisin dan / neomisin (terdapat dalam vaksin)
Interaksi Obat :
Kortikosteroid dan obat-obat imunosupresif dapat menyebabkan kegagalan
vaksinasi/imunisasi.Pada kasus ini perlu dilakukan pemeriksaan anti
bodi secara serologis.
Efek Samping :
Efek samping yang seperti: kenerahan dan indurasi ringan pada tempat bekas suntikan .Jarang terjadi demam
Penyimpanan : Antara 20-80
Kadaluarsa : 3 (tiga) tahun
SUCKLING MICE BRAIN VACCINE (SMBV)
Merupakan vaksin rabies kering untuk manusia .Vaksin ini dibuat dari
jaringan otak bayi mencit yang masih menyusu,yang bebas dari kuman
pathogen.Bayi mencit disuntik intra serebral
dengan virus fixed rabies strain Pasteur,dan waktu panen berumur kurang
dari 10 hari. Kemudian virus dimatikan dengan
betapropio/lakton,ditambah kanamisin 0,025 %,martiolat 0,01 dan dibeku
keringkan Vaksin tidak mengandung faktor paralitik,mempunyai proteksi
terhadap 106LD50 virus.
Indikasi :
Untuk mencegah timbulnya rabies, pengobatan harus dimulai
sedini-dininya setelah digigit oleh hewan yang mencurigakan.Bila
seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies secara
komplit dengan SMBV dan masih dalam jangka waktu 3 bulan setelah
divaksinasi,digigit lagi oleh anjing,kucing,kera ataupun hewan lainya
yang positif rabies,maka pasien tadiz tak perlu divaksinasi lagi 3-6
bulan, cukup diberi 2 kali sun cutan (sc) disekitar pusar dengan
interval 1 minggu;sedangkan apabila digigit anjing tersangka rabies
lagi antara 6 bulan atau lebih dianggap penderita baru.
Immunisasi sebelum digigit (Pre Exposure Immunnization ) sebagai
pencegahan misalnya pada pemeliharaan hewan,petugas kesehatan yang
menangani luka gigitan hewan penular rabies dan penderita
rabies,petugas peternakan yang menangani hewan penular rabies pegawai
laboratorium yang bekerja dengan virus rabies dan lain-lain.
Reaksi :
Bila pada suntikan cutan intra cutan dapat terjadi reaksi local yang
tidak berarti,seperti kemerahan,gatal-gatal dan pembengkakan.Bila ini
terjadi atasi dengan pemberian obat-obat simptomatis (anthistamine,dan
lain-lain ).Sediaan kortikaosteroid tidak boleh diberikan.Gejala
neuroparalitik sangat jarang terjadi dengan vaksin ini.
Penyimpanan : pada suhu 20C – 8 0C
Kadaluarsa : Satu (1) tahun.
SERUM ANTI RABIES (SAR)
Serum Anti Rabies buatan Perum Bio Farma adalah serum heterolog,berasal
dari serum kuda.Serum anti rabies jenis lain ialaha serum homolog yang
berasal dari serum amnesia.Serum ini dibuat oleh IFFA Merieux Perancis
dengan nama Imogam dan produksi Cutter USA dengan nama Hyperrab/Bayrab.
Untuk pemberian serum heterolog,karena serum ini berasal Dari serum
kuda,maka sebelum diberikan kepada penderita,perlu dilakukan skin test
terlebih dahulu.Skin test ini dilakukan secara intra cutan (ic)
sebanyak 0,1 ml cairan (1/100).jika skin test (+) serum heterolog tidak
dibenarkan untuk diberikan.
Ditulis oleh : Gregorius primanileda ( alumni PSIK STIKES Ngudi waluyo)
Tulisan ini dapat pula anda lihat di
www.Primanileda.blogspot.com
see ya...semoga bermanfaat bagi kita semua...amieeeen
Copyright 2007. All Rights Reserved. |